Cerita Indah di Akuntansi 3 dan 4 angkatan 2010 UIN Alauddin Makassar


Cerita indah ini dimulai ketika kita semua dipertemukan. Kita dipertemukan dalam keadaan (kebanyakan) tidak saling kenal, karena memang kita berasal dari daerah yang berbeda-beda. Beda pikiran, beda rasa, beda segalanya. Tapi kita sama, sama-sama ingin menuliskan cerita indah. Di suatu kelas, kelas dengan nama AKUNTANSI 3 & 4, kita tulis cerita indah untuk ke depan.

Awal berada disini, masih terasa asing.  Namun seiring waktu berjalan, kita saling berkenalan satu sama lain di kelas, jejaring sosial dan lainnya, hingga kita saling mengenal.

Waktu terus berjalan. Keakraban mulai terjalin diantara kita. Kita? Iya, kita. Aku, kamu, dia dan mereka. Tidak hanya keakraban diantara kita, tapi ada juga yang menjalin kedekatan (suka, demen, atau apalah itu bahasanya), antara dia dan dia, atau dia dan dia. #ah sepertinya saya so tau sekali# ^_^

Waktu terus berjalan. Mulai tertulis cerita, bukan hanya tentang dia dan dia, atau dia dan dia, tapi tentang kita semua. Waktu dapat mengubah segalanya, karena sebab menyebabkan akibat. Sesuatu yang tidak berjalan dengan semestinya ada saja dalam coretan cerita indah kita. Entah itu yang bersifat formal atau non-formal. Entah itu yang bersifat individu atau kelompok. Jawabannya, “Karena ini hidup.”

Keindahan lagu tidak akan terlihat jika lagu tersebut hanya terdiri dari satu nada saja, butuh nada lainnya untuk menciptakan lagu yang indah. Begitu juga kita, kita bersama ingin menuliskan cerita indah. Di hari-hari yang kita jalani bersama ada saja  cerita tentang suka, duka, kesal, amarah, cinta. Suasana pun berbaur, ketika ada canda dan tawa,. Semua rasa jadi satu.

Tidak terasa, kita sudah melalui semua ini selama 3 tahun lebih. Waktu terasa singkat ketika kita begitu menikmatinya. Entah karena saya yang begitu menikmati kebersamaan dengan kalian, tau-tau kita sudah tiba di akhir perjalanan S1 kita. Begitu banyak cerita indah yang tertulis bersama kalian. 3 tahun lebih kebersamaan yang tidak akan pernah saya lupa dan mungkin akan menjadi cerita untuk anak cucu kita kelak. Hehe ^_^

Hmmm, rasa itu kini bercampur aduk mejadi satu, senang karena sebentar lagi kita akan memakai toga dan baju hitam itu, sedih karena momen2 indah bersama kalian akan segera selesai. Kita akan memulainya lagi dengan teman2 yang baru, teman kerja atau teman kampus yang baru. 3 tahun lebih bersama kalian sangat2 mengesankan. Meskipun terkadang kita berselisih paham, tetapi itulah yang memberi warna dalam ceritaku di kampus ini. Banyak kenangan indah yang akan selalu aku ingat saat bersama kalian dan akan jadi cerita indah yang akan selalu terukir dalam memoriku. Disini aku banyak dapat ilmu dan pelajaran hidup yang akan menjadi bekalku nanti. Senang bisa mengenal kalian, senang bisa berada di antara kalian, senang bisa menjadikan kalian teman, sahabat dan keluarga baru aku di kampus ini. Kini saatnya kita melanjutkan mimpi dengan jalurnya masing-masing. Semoga semua mimpi dan cita2 kita selanjutnya bisa tercapai dan semoga nanti kita bisa bertemu kembali dengan mimpi dan cita2 yang sudah kita genggam. Dengan menggandeng keluarga kecil baru dengan cerita2 indah kita masing2.

Ribuan terima kasih terucap dari lisan saya. Terima kasih atas segala pengalaman dan cerita indah yang kalian berikan. Semoga kita semua lulus di waktu yang tepat (#aamiin). Semoga kita semua kelak menjadi orang-orang yang sukses dan berguna bagi orang tua juga orang-orang disekitar. Semoga suatu saat nanti jika kita bertemu lagi, kita bisa bercanda bersama lagi, tertawa bersama, dan melakukan sesuatu yang indah lagi, bersama-sama, bersama kalian. Karena kita satu. Satu keluarga. Saya akan sangat teramat merindukan kebersamaan bersama kalian. For Akuntansi 3 dan 4 angkatan 2010 UIN Alauddin Makassar .

SAK UMUM vs SAK ETAP


 

SAK UMUM

SAK ETAP

Penyajian Laporan Keuangan Dengan adanya ED PSAK 1 di masa depan penyajian laporan keuangan mengikuti IFRS dengan perubahan antara lain,

–          Tidak ada lagi pos luar biasa pada neraca

–          Laba Rugi komprehensive

–          Cash flow metode langsung (dianjurkan), dan tidak langsung.

Minimum pos yang harus ada di neraca lebih sedikit.

–          Silent terhadap pos luar biasa

–          Laporan laba rugi (tanpa harus menyajikan laba rugi komprehensive)

–          Cash flow dengan metode tidak langsung

Aset Tetap dan Properti Investasi 1. Memberikan pilihan metode biaya atau revaluasi untuk aset tetap.

2. Metode Fair value untuk properti investasi.

Aset tetap, properti investasi menggunakan metode biaya kecuali ada ketentuan pemerintah yang mengharuskan model revaluasi diterapkan.
Aset Tidak Berwujud –    Saat ini aset tidak berwujud diamortisasi selama 20th.

–    ED PSAK 19 (Terbit 2011)

–    Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tak terbatas, tidak diamortisasi.

–     Aset tidak berwujud diamortisasi selama 10th.

–     Pengukuran menggunakan metode biaya.

Instrumen Keuangan –  Ruang lingkup: aset dan kewajiban keuangan,

–  Diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, dimiliki hingga jatuh tempo, tersedia untuk dijual, pinjaman dan pinjaman yang diberikan.

–  Impayment menggunakan incurred loss concept.

–  Derecognition

–  Hedging dan derivatif.

–     Ruang lingkup; investasi pada efek tertentu

–     Klasifikasi trading, held to maturity, dan available for sale. Hal tsb mengacu pada PSAK no 50 (1998).

–     Jauh lebih sederhana dibanding ketentuan PSAK 50  dan PSAK 55 (revisi 2006)

Persediaan LIFO tidak lagi diijinkan

(PSAK 14 revisi 2008)

LIFO tidak diijinkan

Ketentuan lainnya sama dengan PSAK

Penurunan nilai Aset –  Ruang lingkup kecuali; persediaan, aset yang timbul dari kontrak konstruksi, aset pajak tangguhan, aset yang timbul dari manfaat pensiun.

–  Penurunan nilai non persediaan.

–  Penurunan nilai unit penghasil kas dan goodwill.

–     Ruang lingkup yang meliputi semua jenis aset kecuali aset yang timbul dari manfaat pensiun.

–     Tidak mengatur penurunan nilai goodwill.

–     Ada tambahan penurunan nilai untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang menggunakan PSAK 31.

 

 

 

Laporan Keuangan Konsolidasian

 

 

 

Diatur dalam PSAK 4

Menggunakan metode ekuitas (entitas asosiasi) dan metode konsolidasi penuh untuk entitas anak.

 

 

 

Tidak Diatur

Bila memiliki investasi atas asosiasi maupun subsidiary menggunakan metode ekuitas ( on line cosolidation).

Sewa –  Mengatur perjanjian yang mengandung  sewa.

–  Klasifikasi berifat  principle based.

–  Laporan keuangan lessee dan lessor

–     Tidak mengatir perjanjian yang mengandung sewa ( psak 8)

–      Klasifikasi sewa; kombinasi IFRS for SMEs dan SFAS 13 (rule based)

–     Laporan keungan lessee dan lessor menggunakan PSAK 30 (1990): Akuntansi Sewa

Biaya Pinjaman Komponen biaya pinjaman

Pengakuan dan kapitalisasi biaya pinjaman

Biaya pinjaman langsung dibebankan.
Imbalan Kerja Menjelaskan:

–  Imbalan kerja jangka pendek

–  Imbalan pasca kerja, untuk manfaat pasti menggunakan PUC (Prject Unit Credit)

–  Imbalan jangka panjang lainnya

–  Pesangon pemutusan kerja

–  Imbalan berbasis ekuitas

–     Tidak termasuk imbalan berbasis ekuitas

–     Untuk mafaat pasti mengunakan PUC dan jika tidak bisa, menggunakan metode yang disederhanakan.

Pajak Penghasilan –  Menggunakan deffered tax concept

–  Penagkuan dan pengukuran pajak kini

–  Pengakuan dan pengukuran pajak tangguhan

–     Menggunakan tax payable concept.

–     Tidak ada pengakuan dan pengukuran pajak tangguhan.

 

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)


Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.
Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa   Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi.  Dengan kata lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang akurat sehubungan data ekonomi.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.
Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.
Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi.
Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi.

Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporann keuangan.  Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua dat ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.

 

from :

http://www.ilmu-ekonomi.com

FUNGSI DAN BIDANG – BIDANG AKUNTANSI


Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi  tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk:

  • Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
  • Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
  • Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
  • menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari bank atau pihak lain
  • Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
  • Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.
  • Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.

Didalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus dimana perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta peraturan pemerintah. Adapun bidang-bidang akuntansi yang telah mengalami perkembangan antara lain sebagai berikut:

  • Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik dan kreditor.
  • Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)  merupakan suatu bidang yang menyangkut pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.
  • Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.
  • Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi perusahaan yang akan terjadi.
  • Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi yang direncanakan.
  • Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba (Non profit Accounting) merupakan bidang yang mengkhususkan diri dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan yang tidak mencari laba seperti organisasi keagamaan dan yayasan-yayasan sosial.
  • Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidanng yang menekankan penentuan dan pemakaian biaya serta pengendalian biaya tersebut yang pada umumnya terdapat dalam persahaan industri.
  • Sistem Akuntansi (Accounting System) meliputi semua tehnik, metode dan prosedur untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dalam rangka memperoleh pengendalian intern yang baik, dimana pengendalian intern merupakan suatu sistem pengendalian yang diperoleh dengan adanya struktur organisasi yang memungkinkan adanya pembagian tugas dan sumber daya manusia yang cakap dan praktek-praktek yangn sehat.
  • Akuntansi Sosial (Social Accounting) merupakan bidang yang terbaru dalam akuntansi dan yang paling sulit untuk diterangkan   secara singkat, kerena menyangkut dana-dana kesejahteraan masyarakat.

TIPE MAHASISWA BELAKANGAN


Ada 3 Tipe Mahasiswa belakangan… yaitu :
1. Kupu-Kupu

kuliah-pulang kuliah-pulang
Mahasiswa tipe ini hanya menikmati masa2 kuliahnya seperti itu, masuk kampus semata2 u/ berwisata dgn buku-bukunya…dan konsentrasi pada kuliahnya saja… yah, target cepat selesai kuliah lalu dapat kerja atau belum sempat selesai ada yg lamar lalu nikah..haha,, tipe ini juga cenderung ekslusif (misterius atau ma…lu bergaul? ) . Kupu-Kupu juga bsa diartikan kuliah-perpus , yah..biasanya mereka ada disana dari pagi sampe sore menjelang.., mirip juga sih dgn karakter kupu-kupu..mereka kadang datang ke kampus hanya u/ hinggap sebentar..lalu pergi lagi entah kemana..😀

2. Kunang – Kunang

Kuliah-nangkring kuliah-nangkring,
Mahasiswa tipe ini cenderung menjadikan kampus hanyalah tempat mencari teman sebanyak banyaknya, bergaul segaul-gaulnya… pokoknya dimana ada t4 nangkring biasanya dia ada disitu..(bgus juga sih cari teman banyak2 kan investatsi sosial..hehe), tpi selain dikampusnya, dia juga biasa nangkring di kampus 2 nya..yah di Mal atau pusat perbelanjaan kayak alfamart ips salah kayak pasar senggol (haaa parah) jgn ada yg tersinggung ya..!!😀 , YAH INTINYA PALING SENANG KLO DOSEN GAK MASUK .. Bebaslah mereka kesana-kemari.., kadang2 juga nangkring di sekretariat organisasinya… dgn berbagai motif tentunya, assekkk,..

3. Kura – Kura

Kuliah-Rapat Kuliah-Rapat
Mahasiswa ini…kerjanya habis kuliah yah Rapat, habis Rapat yah kuliah… Rapatnya banyak lah..kadang dgn BEM, di Himpunannya, Di UKM nya, Organdanya, atau bahkan sama teman2 gang nya hahaha.., intinya smakin sering rapat dia akan terlihat bangga dgn status itu (pastinya aktifis ni anak).. tapi jangan salah mereka ini kadang mendominasi di dalam kelas jika ada diskusi atau kritis terhadap proses dalam perkuliahan..mantaaap.. !!,, tapi ada juga yg rajinnya minta ampun rapat ..tapi pendiam juga anaknya (kyakx dari sananya) , ada juga yg rapat nomor satu tapi aplikasinya nol besar.. (adduh payah kader/mahasiswa kyak gini) mestinya talk less do more gtulah… tapi jangan salah softskill para mahasiswa kura-kura gak meragukan, mereka aktif di organisasinya adalah modal besar dalam dunia luar nya kelak…, mirip pula dgn karakter kura-kura yg jalannya lambat tapi selamat , kadang pula sih mahasiswanya lambat selesai tapi selamat pd tujuan terindah hehehe, tpi jgn salah faham dulu…byk juga yg cepat selesai, kuliah dan organisasinya dua2nya baik dan mendapatkan predikat terpuji …karenarapat tak sekedar rapat tapi juga belajar memimpin dan dipimpin, belajar bertanggung jawab, belajar manajeman, belajar mengabdi, belajar mental dan fikiran, belajar kreatifitas, belajar menjadi yg terbaik, belajar mencari jati dirinya…🙂

salam kebersamaan, salam IMAI
_Andi Budy Utomo, 28 feb 2012 00;43 WITA

Pengertian Akuntansi


         Definisi Akuntansi menurut American Institute of Certified public Accountants (AICPA) yang kiranya dapat menjadi landasan yang kuat sebagai langkah awal mempelajari akuntansi sebagai system informasi.

Accounting is the art of recording,classifying,and summarizing in a significant manner and in terms of money, transactitions and events which are, in part at least, of a financial character and interpreting the result there of.”  
“Akuntansi adalah seni pencatatan,pengelompokan,pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai mata uang,semua transaksi serta kejadian yang sedikit dikitnya bersifat finansial dan dari catatan itu dapat ditafsirkan hasilnya”
                      Seni pencatatan artinya dalam melakukan pencatatan diusahakan serapih mungkin, dengan menggunakan bahasa yang khas dalam akuntansi dan tekhnik tertentu sehingga menarik dan mudah dipahami oleh para pemakai sedangkan teknik pengelompokan dan pengikhtisaran dilakukan menurut aturan yang tercantumdalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
Sedangkan menurut American Accounting Association (AAA) definisi akuntansi ialah :
“Accounting is the process communicating economic information to pemit in formed judgments and decision by user of the information”
“Akuntansi adalah proses mengidentifikasi/mengenali,mengukur,dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”
Mengidentifikasi artinya mencari/menentukan identitas transaksi ekonomi untuk kepentingan pengambilan keputusan . Mengukur artinya memberikan penilaian yang dinyatakan dengan uang. Mengkomunikasikan artinya hasil informasi yang berupa laporan keuangan serta analisisnya dapat dipakai untuk pengambilan keputusan manajemen.
 
Sumber: Akuntansi di Indonesia jilid 1